Sabtu, 14 Oktober 2017
MEDIA LAYANAN BK
Media Bimbingan Konseling
Pengertian media dalam
bimbingan konseling sebagai hal yang digunakan menjadi perantara atau pengantar
ketika guru BK (konselor) melaksanakan program BK. Namun dalam perkembanganya
Media BK tidak sebatas untuk perantara
atau pengantar ketika guru BK (konselor) melaksanakan program BK tetapi
memiliki makna yang lebih luas yaitu segala alat bantu yang dapat digunakan
dalam melaksanakan program BK (Diklat profesi guru, PSG Rayon 15, 2008).
misalnya konselor ketika melaksanakan konseling individu memerlukan ruang
konseling, meja kursi, alat perekam/pencatat. ketika konselor pada akhir
minggu/bulan/semester/tahun akan melaporkan kegiatan kepada Kepala Sekolah
memerlukan media.
Sebagaimana dituliskan Deviarimariani pada situsnya Penerapan Teknologi Informasi Konseling,
Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan
siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Lebih lanjut, Briggs menyatakan
bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta
merangsang siswa untuk belajar. Definisi tersebut mengarahkan kita untuk
menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang
dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan
informasi.
Ada beberapa jenis media
dalam program BK yaitu:
1.
Media untuk menyampaikan informasi
2.
Media sebagai alat ( pengumpul data dan penyimpan data)
3.
Media sebagai alat bantu dalam memberikan group information
4.
Media sebagai Biblioterapi
5.
Media sebagai alat menyampaikan laporan
Berikut mnerupakan
beberapa contoh media diantara adalah :
1.
Media untuk menyampaikan informasi
Selebaran, leaflet, booklet, dan papan bimbingan
2.
Media sebagai alat ( pengumpul data dan penyimpan data)
a) Media Pengumpul data seperti: angket, pedoman wawancara, lembaran
observasi berupa anekdo record, daftar cek, skala penilaian, mekanikal device,
camera, tape, daftar cek masalah, lembar isian pilihan teman (semua dapat
dibuat sendiri kecuali mekanikal device, camera, tape).
b) Media penyimpan data seperti: kartu pribadi, buku pribadi, map,
disket, folder, filing cabinet, almari, rak dll
3.
Media sebagai alat bantu dalam memberikan group information
a)
Media auditif :
radio, tape
b)
Media visual :
gambar, foto, tranparansi, lukisan, dll
c)
Media audio visual :
film yang ada suaranya.
4.
Media sebagai Biblioterapi
Buku-buku, majalah, komik ( yang penting di dalamnya berisi
cara-cara atau tips ) misalnya cara beternak ayam, cara cepat membaca Alquran,
cara mengatasi rendah diri, cara meningkatkan motivasi belajar, dan beberapa
buku yang berisi cara-cara atau tips lainnya.
5.
Media sebagai alat menyampaikan laporan
Berupa laporan kegiatan BK. Laporan bisa mingguan, bulanan,
semesteran dan tahunan.
Dengan demikian Media BK dapat berperan di dalam pelaksanaan kegiatan program layanan bimbingan dan konseling sebagai alat bantu dalam melaksanakan berbagai kegiatan bimbingan dan juga kegiatan konseling individu maupun konseling kelompok. Media bimbingan dan konseling dalam penggunaannya harus relevan dengan tujuan layanan dan isi layanan. Hal ini mengandung makna bahwa penggunaan media dalam layanan bimbingan dan konseling harus melihat kepada tujuan penggunaannya dan memiliki nilai dalam mengoptimalkan layanan yang diberikan kepada siswa. Oleh karena itu dengan penggunaan media dalam layanan bimbingan dan konseling berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses layanan bimbingan dan konseling.
Jenis- jenis Media Beberapa para ahli mendefinisikan jenis-jenis media menjadi beberapa unsur,seperti Rudy Bretz, mengidentifikasi media menjadi tiga unsur: suara, visual dan gerak. Visual dibedakan menjadi tiga, yaitu: gambar, garis (line graphic), dan simbol yang merupakan suatu kontinum dari bentuk dapat ditangkap dengan indera penglihatan.
Bretz juga membedakan antara media siar (tellecomunication) dan media rekaman (recording), sehingga ada 8 klasifikasi media yaitu : 1. Media audio visual gerak 2. Media audio visual diam 3. Media audio gerak 4. Media visual gerak 5. Media visual diam 6. Media semi gerak 7. Media audio 8. Media cetak
Dengan demikian Media BK dapat berperan di dalam pelaksanaan kegiatan program layanan bimbingan dan konseling sebagai alat bantu dalam melaksanakan berbagai kegiatan bimbingan dan juga kegiatan konseling individu maupun konseling kelompok. Media bimbingan dan konseling dalam penggunaannya harus relevan dengan tujuan layanan dan isi layanan. Hal ini mengandung makna bahwa penggunaan media dalam layanan bimbingan dan konseling harus melihat kepada tujuan penggunaannya dan memiliki nilai dalam mengoptimalkan layanan yang diberikan kepada siswa. Oleh karena itu dengan penggunaan media dalam layanan bimbingan dan konseling berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses layanan bimbingan dan konseling.
Jenis- jenis Media Beberapa para ahli mendefinisikan jenis-jenis media menjadi beberapa unsur,seperti Rudy Bretz, mengidentifikasi media menjadi tiga unsur: suara, visual dan gerak. Visual dibedakan menjadi tiga, yaitu: gambar, garis (line graphic), dan simbol yang merupakan suatu kontinum dari bentuk dapat ditangkap dengan indera penglihatan.
Bretz juga membedakan antara media siar (tellecomunication) dan media rekaman (recording), sehingga ada 8 klasifikasi media yaitu : 1. Media audio visual gerak 2. Media audio visual diam 3. Media audio gerak 4. Media visual gerak 5. Media visual diam 6. Media semi gerak 7. Media audio 8. Media cetak
PENGERTIAN PENDIDIKAN KARAKTER
Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Ahli
Penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education)
dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang
sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa
meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan,
p0rn0grafi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial
yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu
betapa pentingnya pendidikan karakter.
Menurut Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior).
Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakanbahwa karakter yang
baikdidukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat
baik, dan melakukan perbuatan kebaikan. Bagan dibawah ini merupakan
bagan kterkaitan ketiga kerangka pikir ini.
Gambar: Keterkaitan antara komponen moral dalam rangka pembentukan
Karakter yang baik menurut Lickona
Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Ahli
1. Pendidikan Karakter Menurut Lickona
Secara sederhana, pendidikan karakter
dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk
mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang
tepat, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang
disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah
suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat
memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.
2. Pendidikan Karakter Menurut Suyanto
Suyanto (2009) mendefinisikan karakter
sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap
individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga,
masyarakat, bangsa, maupun negara.
3. Pendidikan Karakter Menurut Kertajaya
Karakter adalah ciri khas yang dimiliki
oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan
mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan
“mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap,
dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010).
4. Pendidikan Karakter Menurut Kamus Psikologi
Menurut kamus psikologi,
karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral,
misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat
yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).
Nilai-nilai dalam pendidikan karakter
Ada 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter
yaitu , Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif,
Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta tanah
air, Menghargai prestasi, Bersahabat/komunikatif,Cinta Damai, Gemar
membaca, Peduli lingkungan, Peduli social, Tanggung jawab.
Lebih jelas tentang nilai-nilai pendidikan karakter dapat di lihat pada bagan dibawah ini
18 Nilai Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter
telah menjadi perhatian berbagai negara dalam rangka mempersiapkan
generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu warga
negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development (usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal.
Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan, metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman.
Nah demikianlah beberapa pengertian pendidikan karakter menurut para ahli, semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)










