Pada masa
dulu sekitar tahun 80 an Guru BK seolah-olah hanya sebagai satpam dan polisi
sekolah, dimana guru BK hanya menerima siswa yang bermasalah seperti berdiri di
depan pintu gerbang menunggu siswa yang terlambat, menghakimi siswa yang
berkelahi, bahkan guru BK memegang POIN pelanggaran sekolah padahal itu semua
adalah tugas pembina OSIS/guru piket. Itu semua karena masih sedikit sarjana
lulusan BK dan disetiap sekolah dituntut untuk ada guru BK nya, sehingga Kepala
Sekolah mengambil kebijakan untuk menempatkan guru yang senior untuk menjadi
guru BK, sehingga mereka tidak tahu persis apa tugas dan fungsi guru BK yang
sebenarnya, sehingga para peserta didik enggan dan tidak mau untuk datang
kepada guru BK untuk sekedar cerita, konseling dan bertanya tentang seputar
perkembangan diri siswa. Hal ini karena mereka takut akan pandangan temannya
yang selalu beranggapan bahwa anak yang masuk ruang BK adalah anak yang nakal. Perlu
diketahui bahwa tugas guru Bimbingan dan Konseling bukan untuk hal yang seperti
itu semata, tetapi tugas dan fungsi yang sebenarnya sebagai guru BK adalah pemahaman,
pencegahan, pengentasan, pengembangan dan mengayomi seluruh masyarakat yang ada
di lungkungan sekolahnya, membantu menuntaskan masalah yang dialami oleh
masyarakat sekolah, baik kepala sekolah, rekan sesama guru, staf sekolah dan
peserta didik. Untuk menjadi guru BK tidaklah mudah, kita dituntut untuk jeli
dalam melihat suatu masalah, sabar dalam menuntaskan masalah dan kreatif serta
bijaksana dalam mengatasi masalah siswa untuk perkembangan pesarta didik.
Sesuai apa
yang saya katakan di atas tadi fungsi guru Bk yang sebenarnya adalah :
1.
Fungsi
pemahaman, yaitu
fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan pemahaman tentang diri peserta
didik, masalah peserta didik, dan lingkungan yang lebih luas. Pemahaman
dilakukan oleh peserta didik (klien ) sendiri, oleh Guru BK atau konselor
maupun pihak-pihak lain (seperti guru, orang tua) yang amat berkepentingan
dengan meningkatnya kualitas perkembangan dan kehidupan peserta didik atau
klien.
2.
Fungsi
pencegahan, yaitu
fungsi bimbigan dan konseling yang menghasilkan kondisi bagi tercegahnya atau
terhindarnya peserta didik yang mendapat pelayanan dari berbagai permasalahan
yang mungkin timbul, yang akan dapat mengganggu, menghambat atau menimbulkan
kesulitan dan kerugian-kerugian tertentu dalam kehidupan dan proses
pengembangannya.
3. Fungsi
pengentasan,
yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang mengahasilkan kondisi bagi terentaskannya
atau teratasinya berbagai permasalahan dalam kehidupan dan/atau perkembangannya
yang dialami oleh peserta didik yang mendapat pelayanan.
4. Fungsi
pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan
terpeliharanya dan berkembangnya berbagai potensi dan kondisi positif peserta
didik yang mendapat pelayanan dalam rangka perkembangan diri secara mantap dan
berkelanjutan.
5.
Fungsi
advokasi yaitu
fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan terbantunya atau diperolehnya
pembelaan atas hak dan atau kepentingan peserta didik yang kurang mendapat
perhatian.
Masalah
yang terjadi dalam dunia pendidikan sangat kompleks, baik yang berhubungan
dengan kurikulum, fasilitas pendidikan, guru dan peserta didik. karena itulah
peran guru Bimbingan dan Konseling sangat dibutuhkan. Guru BK harus ekstra
sabar dan mau bekerja ekstra untuk meluangkan waktunya memahami lingkungan
sekitarnya (dalam sekolah). karena peran guru BK adalah mencegah agar tidak
terjadi masalah dan menuntaskan masalah apabila sesuatu telah terjadi. sekarang
masih ada guru BK yang masih kurang peduli terhadap hal-hal yang terjadi di
sekolahnya. Maka dari itu guru BK diharapkan untuk menata dirinya kembali dan
memperkenalkan peran dirinya yang baru, yang sudah berbeda dengan sebelumnya
dimana guru BK yang sekarang bersikap ramah, sabar, terbuka, bisa menjaga
rahasia, dengan kata lain guru BK sekarang sangat berbeda dimana guru BK tidak
lagi memegang POIN pelanggaran, tidak lagi menghukum tetapi guru BK saat ini
memberikan pengertian, pandangan, dan mengayomi anggota sekolah baik yang
sedang dalam masalah atau yang ingin mencegah agar tidak terjadi masalah
dikemudian hari pada dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar