Kamis, 08 November 2012

Bimbingan Konseling perkembangan


Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap semua individu yang berkaitan dengan pengembangan ketrampilan, pengetahuan, dan sikap dalam bidang pribadi-sosial, akademik, dan karir yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas perkembangan mereka.  Konsep bimbingan dan konseling perkembangan mengandung implikasi bahwa target layanannya menjadi tidak sebatas individu saja, melainkan akan tertuju kepada semua individu dalam berbagai kehidupan di dalam masyarakat. Perkembangan yang sehat atau optimal dalam pengembangan perilaku efektif harus terjadi pada setiap diri individu dalam berbagai tatanan lingkungan. 
Dengan demikian bimbingan dan konseling menjadi terarah kepada upaya membantu indvidu untuk : 1) lebih menyadari dirinya dan cara-cara ia merespon lingkungannya, 2) meningkatkan keefektifan diri mereka dengan menguasai aspek-aspek perkembangan yang dapat dimanfaatkan dan dapat mengendalikan respon emosional terhadap situasi yang tidak dapat dikuasai, 3) mengembangkan serta mengklasifikasi perangkat tujuan dan nilai-nilai perilaku pada masa yang akan datang. Strategi layanan bimbingan dan konseling menjadi terarah kepada upaya menata dan menciptakan ekologi perkembangan atau lingkungan belajar yang memfasilitasi perkembangan individu. (Moore-Thomas, 2004, Shertzer & Stone, 1981; Blocher, 1974 dalam Dr. M. Ramli, MA, 2007).
Bimbingan dan konseling perkembangan didasarkan pada beberapa asumsi diantaranya ;
a.  Watak dasar manusia mendorong individu ke arah perkembangan diri secara positif dan berurutan
b. Konseli bukanlah individu yang sakit
c.  Konseling dipusatkan pada situasi saat ini dan yang akan datang
d. Konseli bukanlah pasien
e.  Konselor/guru BK bukanlah individu yang netral/bebas nilai-nilai
f.  Konseli adalah individu yang unik untuk mengembangakan identitas dirinya dan mengintegrasikannya kedalam gaya hidupnya
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar