Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap semua
individu yang berkaitan dengan pengembangan ketrampilan, pengetahuan, dan sikap
dalam bidang pribadi-sosial, akademik, dan karir yang diperlukan dalam
pelaksanaan tugas-tugas perkembangan mereka. Konsep bimbingan dan
konseling perkembangan mengandung implikasi bahwa target layanannya menjadi
tidak sebatas individu saja, melainkan akan tertuju kepada semua individu dalam
berbagai kehidupan di dalam masyarakat. Perkembangan
yang sehat atau optimal dalam pengembangan perilaku efektif harus terjadi pada
setiap diri individu dalam berbagai tatanan lingkungan.
Dengan demikian
bimbingan dan konseling menjadi terarah kepada upaya membantu indvidu untuk :
1) lebih menyadari dirinya dan cara-cara ia merespon lingkungannya, 2)
meningkatkan keefektifan diri mereka dengan menguasai aspek-aspek perkembangan
yang dapat dimanfaatkan dan dapat mengendalikan respon emosional terhadap
situasi yang tidak dapat dikuasai, 3) mengembangkan serta mengklasifikasi
perangkat tujuan dan nilai-nilai perilaku pada masa yang akan datang. Strategi
layanan bimbingan dan konseling menjadi terarah kepada upaya menata dan
menciptakan ekologi perkembangan atau lingkungan belajar yang memfasilitasi
perkembangan individu. (Moore-Thomas, 2004, Shertzer & Stone, 1981;
Blocher, 1974 dalam Dr. M. Ramli, MA, 2007).
Bimbingan
dan konseling perkembangan didasarkan pada beberapa asumsi diantaranya ;
a.
Watak dasar manusia mendorong
individu ke arah perkembangan diri secara positif dan berurutan
b.
Konseli bukanlah individu yang sakit
c.
Konseling dipusatkan pada situasi
saat ini dan yang akan datang
d.
Konseli bukanlah pasien
e.
Konselor/guru BK bukanlah individu
yang netral/bebas nilai-nilai
f.
Konseli adalah individu yang unik
untuk mengembangakan identitas dirinya dan mengintegrasikannya kedalam gaya
hidupnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar