Model Bimbingan
dan Konseling Perkembangan memungkinkan konselor untuk memfokuskan tidak
sekedar terhadap gangguan emosional klien, melainkan lebih mengupayakan
pencapaian tujuan dalam kaitannya dengan penguasaan tugas-tugas
perkembangan, menjembatani tugas-tugas
yang muncul pada saat tertentu, dan meningkatkan sumber daya dan kompetensi
dalam memberikan bantuan terhadap pola perkembangan yang optimal dari klien
(Blocher, 1987:79)
Menurut Myrick,
dalam Muro dan Kottman (1995:49), Bimbingan dan Konseling Perkembangan
didasarkan pada asumsi bahwa sifat manusia secara invidual bergerak secara urut
dan secara positif menuju peningkatan diri (developmental
guidance and counseling are based on the premise that human nature moves
individuals sequentially and positively toward self-enhancement). Model
bimbingan dan konseling ini juga memiliki asumsi bahwa potensi individu
merupakan aset yang berharga bagi kemanusiaan. Dorongan dari dalam ini
memerlukan kesepakatan dengan kekuatan dalam lingkungan. Pengembangan kemanusiaan merupakan interaksi individual di
mana ia berpijak pada peraturan, perundangan, dan nilai-nilai yang saling
melengkapi.
Menurut Blocher
(1974:5), asumsi dasar Bimbingan dan Konseling Perkembangan yaitu perkembangan
individu akan berlangsung dalam interaksi yang sehat antara individu dengan
lingkungannya. Asumsi ini membawa dua implikasi pokok bagi pelaksanaan
bimbingan dan konseling di sekolah, yakni:
- Perkembangan adalah tujuan bimbingan dan konseling. Oleh karena itu,para Guru Bimbingan dan Konseling (Konselor) sekolah perlu memiliki kerangka berfikir konseptual untuk memahami perkembangan siswa sebagai dasar perumusan isi dan tujuan bimbingan dan konseling.
- Interaksi yang sehat merupakan suatu Iklim perkembangan yang harus dikembangkan oleh Guru Bimbingan dan Konseling. Oleh karena itu Guru Bimbingan dan Konseling (Konselor) perlu menguasai pengetahuan dan ketrampilan khusus untuk mengembangkan interaksi yang sehat sebagai pendukung sistem layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Perkembangan
perilaku siswa yang efektif dapat dilihat dari tingkat pencapaian tugas-tugas
perkembangan dalam setiap tahapan perkembangan. Oleh karena itu, untuk memahami
karakteristik siswa sebagai dasar pengembangan program bimbingan dan konseling
di sekolah, difokuskan pada pencapaian tugas-tugas
perkembangannya. Mengkaji
tugas-tugas perkembangan merupakan hal
yang penting dan menjadi dasar bagi
pengembangan dan peningkatan mutu
layanan bimbingan dankonseling.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar