Menurut pandangan Gerald Corey
(2005), menguraikan berbagai pendekatan dalam bimbingan dankonseling sebagai
berikut.
1.
Pendekatan Psikoanalitik
Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis
fdan pengalaman-pengalaman dini.motif dan konflik tak sadar adalah sentral
dalam tingkah laku sekarang. adapun perkembangandini penting karena
masalah-masalah kepribadian berakar pada konflik-konflik masa
kanak-kanak yang direpresi.
2.
Pendekatan Eksistensial-Humanistik
Berfokus pada sifat dari kondisi manusia yang mencakup
kesanggupan untuk menyadaridiri, kebebasan untuk menentukan nasib sendiri,
kebebasan dan tanggug jawab, kecemasansebagai suatu unsur dasar, pencrian makna
yang unik didalam dddunia yang tak bermakna, ketikasendirian dan ketika berada
dalam hubungan dengan orang lain, keterhinggaan dan kematian, dankecenderungan
untuk mengaktualkan diri.
3.
Pendekatan Clien-Centered
Pendekatan ini memandang manusia secara positif bahwa
manusia memiliki suatukecenderungan ke arah berfungsi penuh.dalam konteks
hubungan konseling, mengalami perasaanyang sebelumnya diingkari. klien
mengaktualkan potensi danbergerak kearah peningkatankesadaran, spontanitas,
kepercayaan kepada diri, dan keterarahan.
4.
Pendekatan Gestalt
Manusia terdorong kearah keseluruhan dan integrasi
pemikiran perasaan serta tingkahlaku. pandangannya anati deterministik dalam
arti individu dipandang memilikikesanggupanuntuk menyadaribagaimana pengaruh
masa lampau berkaitan dengan kesulitansekarang.
5.
Pendekatan Analisis Transaksional
Manusia dipandang memiliki kemampuan memilih. apa yang
sebelumnya ditetapkan, bisaditetapkan ulang. meskipun manusia bisa menjadi
korban dari putusan-putusan bingung dansekenario kehidupan, aspek-aspek yang
mengalihkan diri bisa diubah dengan kesadaran.
1.
Pendekatan Tingkah Laku
Manusia dibentuk dan dikondisikan oleh pengondisian
sosial budaya. pandangannyadeterministik, dalam arti, tingkah laku dipandang
sebagai hasil belajar dan pengondisian.
2.
Pendekatan Rasional Emotif
Manusia dilahirkan dengan potensi untuk berpikir
rasional, tetapi juga dengankecenderungan-kecenderungan kearah berpikir curang.
mereka cenderung untuk menjadi korbandari keyakinan-keyakinan yang rasional dan
untuk mereindoktrinasi dengan keyakinan-keyakinanyang irasional itu, tetapi
berorientasi kognitif-tingkah laku-tindakan, dan menekankan berpikir,menilai,
menganilisis, melakukan, dan memutuskan ulang. modelnya adalah didaktif
direktif,tetapi dilihat sebagai proses reduksi.
3.
Pendekatan Realitas
Pendekatan realitas berlandaskan motivasi pertumbuhan
dan anti deterministik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar