Kamis, 08 November 2012

Pendekatan bimbingan konseling


Menurut pandangan Gerald Corey (2005), menguraikan berbagai pendekatan dalam bimbingan dankonseling sebagai berikut.
1.      Pendekatan Psikoanalitik
 Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis fdan pengalaman-pengalaman dini.motif dan konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang. adapun perkembangandini penting karena masalah-masalah kepribadian berakar pada konflik-konflik masa kanak-kanak yang direpresi.
2.      Pendekatan Eksistensial-Humanistik
 Berfokus pada sifat dari kondisi manusia yang mencakup kesanggupan untuk menyadaridiri, kebebasan untuk menentukan nasib sendiri, kebebasan dan tanggug jawab, kecemasansebagai suatu unsur dasar, pencrian makna yang unik didalam dddunia yang tak bermakna, ketikasendirian dan ketika berada dalam hubungan dengan orang lain, keterhinggaan dan kematian, dankecenderungan untuk mengaktualkan diri.
3.      Pendekatan Clien-Centered
 Pendekatan ini memandang manusia secara positif bahwa manusia memiliki suatukecenderungan ke arah berfungsi penuh.dalam konteks hubungan konseling, mengalami perasaanyang sebelumnya diingkari. klien mengaktualkan potensi danbergerak kearah peningkatankesadaran, spontanitas, kepercayaan kepada diri, dan keterarahan.
4.      Pendekatan Gestalt
 Manusia terdorong kearah keseluruhan dan integrasi pemikiran perasaan serta tingkahlaku. pandangannya anati deterministik dalam arti individu dipandang memilikikesanggupanuntuk menyadaribagaimana pengaruh masa lampau berkaitan dengan kesulitansekarang.
5.      Pendekatan Analisis Transaksional
 Manusia dipandang memiliki kemampuan memilih. apa yang sebelumnya ditetapkan, bisaditetapkan ulang. meskipun manusia bisa menjadi korban dari putusan-putusan bingung dansekenario kehidupan, aspek-aspek yang mengalihkan diri bisa diubah dengan kesadaran.
1.      Pendekatan Tingkah Laku
 Manusia dibentuk dan dikondisikan oleh pengondisian sosial budaya. pandangannyadeterministik, dalam arti, tingkah laku dipandang sebagai hasil belajar dan pengondisian.
2.      Pendekatan Rasional Emotif 
 Manusia dilahirkan dengan potensi untuk berpikir rasional, tetapi juga dengankecenderungan-kecenderungan kearah berpikir curang. mereka cenderung untuk menjadi korbandari keyakinan-keyakinan yang rasional dan untuk mereindoktrinasi dengan keyakinan-keyakinanyang irasional itu, tetapi berorientasi kognitif-tingkah laku-tindakan, dan menekankan berpikir,menilai, menganilisis, melakukan, dan memutuskan ulang. modelnya adalah didaktif direktif,tetapi dilihat sebagai proses reduksi.
3.      Pendekatan Realitas
 Pendekatan realitas berlandaskan motivasi pertumbuhan dan anti deterministik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar